orange

"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-

Momen Pindah Posisi Lokomotif di Stasiun Tuntang

Selamat dan Semangat Pagi sobat semua dan Salam SPoor...!!!! Alhamdulillah, akhirnya setelah kurang lebih 30 menit perjalanan sejauh 7 klometer dengan kecepatan rata-rata sekitar 20 km/ jam, rangkaian kereta wisata tiba di Stasiun Tuntang. Berbeda dari momen-momen sebelumnya, pemberhentian kali ini jauh lebih lama. Pertanyaannya kok bisa tambah lama? Ya dikarenakan, ada tambahan leyanan hiburan seperti musik dan juga lapak jajanan khas Jawa Tengah di stasiun Tuntang. Sehingga, kereta yang biasanya berhenti sebentar hanya sekedar untuk pindah lokomotif, jadi agak lama. Karena memberikan waktu bagi para penumpang untuk menikmati kuliner yang ada di stasiun Tuntang. Bahkan waktu langsir tersebut, bisa saya manfaatkan agak lama untuk mengambil beberapa foto dan video di dipo lokomotif yang ada di sisi Barat stasiun. Tidak hanya itu, setelah melakukan langsir pindah lokomotif, masinisnya masih bisa nongkrong untuk ngopi di lapak yang ada di dalam stasiun. Berikut beberapa foto yang berhasil saya abadikan, ketika saya berada di stasiun Tuntang.

Perjalanan Menuju Stasiun Tuntang dengan KA Wisata

Perjalanan ke Tuntang

Selamat dan Semangat Pagi teman-teman semua... Salam Spoor..!!!! Ini dia, perjalanan menggunakan kereta wisata dari stasiun Ambarawa menuju stasiun Tuntang. Jaraknya kurang lebih 7 kilometer, dengan lama perjalanan sekitar 30 menit untuk sekali jalan teman-teman. Total lama perjalanan sekitar  satu jam setengah sampai dua jam, jadi nanti yang cukup lama juga saat kita transit pindah loko di stasiun Tuntang. Sebenernya ini bukan untuk pertama kalinya saya naik kereta wisata di jalur ini, bahkan hampir setiap tahun saya naik kereta ini wkwkwkw.. Selain tahun lalu ya, 2025 kemarin memang saya niatkan untuk hunting aja di lintas petak Ambarawa sampai dengan Tuntang. Tapi kalau ke Ambarawanya sudah menjadi agenda rutin tahunan sejak 2011 silam, jauh sebelum di renovasi. Pertama kali saya ke Ambarawa, saya naik lori wisata, yang harga tiketnya masih 20 ribu kalau tidak salah. Rutenya sama, dari Ambarawa sampai Tuntang, tapi sekarang rangkaian lorinya sudah mangkrak di stasiun Tuntang. Waktu itu juga, loko uap gerigi masih sanggup jalan ke arah Bendono. Terus ganti pakai lokomotif D yang berwarna kuning, sampai akhinrya berganti dengan lokomotif  D warna merah biru. Lama juga ya saya berkelana, jadi gak heran, kalau saya ke Ambarawa ya sama lah, rasanya kayak pulang ke rumah sendiri, uadh gak asing sama tiap belokannya dan jalannya. Sampai hapal, saking seringnya. tapi khusus ke stasiunnya ya. Nah ini dia beberapa foto yang berhasil saya abadikan teman-teman, mohon maaf tidak banyak, karena saya lebih fokus untuk ambil video dari handphone. Berikut beberaa fotonya:

Langiran Kereta Wisata Ambarawa dengan Lokomoitf Disel D301 44

Rangkaian KA Wisata

Halo teman-teman semua, Selamat dan Semangat Pagiiiiiii.... !!!!! Teman-teman, setelah saya mengaadikan langsiran rangkaian kereta wisata yang ditarik lokomotif uap, sektiar 30 menit saya membuat konten video untuk Instagram saya, tentang perbedaan bogie dengan leber 1435 dan 1067. Nah, ditengah-tengah waktu tersebut, ternyata rangkaian keretanya sudah langsung tertempel dengan lokomotif disel. Jadi teman-teman, alasan kenapa loko uap tidak berpindah posisi saat masuk ke arah dipo lokomotif. Ternyata karena di bagian depannya sudah standby lokomotif disel disana. Pantas saja, dia tetap diposisikan seperti di awal kedatangannya. Secara berlahan, rangkaian bergerak mundur setelah didahului dengan suara Semboyan 35. Bersyukur, atas cuaca yang cukup bersahabat teman-teman, dimana tidak terlalu terik, namun masih cukup cahaya. Akhirnya, saya ikuti rangkaian tersebut, sambil saya abadikan setiap momen pergerakannya. Kenapa saya ikuti, alasan utamanya adalah karena saya adalah penumpangnya wkwkwkw.. Berikut beberapa foto yang berhasil saya abadikan dari gerak langsir rangkaian KA dari dipo menuju emplasemen stasiun. 

Foto Lengkap Langsiran Lokomotif Uap Kereta Wisata Ambarawa


Langsiran KA Uap Ambarawa

Selamat dan Semangat Pagi sobat semua dan Salam Spoor..!!! Melanjutkan dari postingan sebelumya. Beberapa saat setelah rangkaian kereta wisata tiba di Stasiun Ambarawa, penumpang yang ternyata didominasi oleh warg asing terebut turun dari kereta. Awalnya saya kira, seperti lokomotif disel, kereta akan melakukan pindah loko untuk ditarik menuju dipo lokomotif. Ternyata dugaan saya salah, berbeda dari lokomotif disel, dengan lokomotif uap ini, rangkaian kereta tidak melakukan langsir pindah lokomotif melainkan langsung didorong menuju arah dipo lokomoitf. Saya yang saat itu tidak siap pun merasa kaget, dan harus terburu-buru mengejar rangkaian kereta untuk mendapatkan beberapa gambar foto yang bagus. Secara berlahan, rangkaian didorong mundur menuju dipo lokomotif yang berada di sisi Timur stasiun. Yaitu sesaat setelah petugas wesel, memindahkan wesel dan pluit ditiup. Otomatis saya ikut berlari mengejar rangkaian. Dan saya baru tahu teman-teman, alasan mengapa lkomotif tidak melakukan gerakan langsir mindah posisi, ternyata karena etelah tiba di dipo lokomotif, lokomotif uap tersebut langsung dilepas dan dipindah ke jalur paling pojok, sisi paling kiri dari foto ini. Untuk kemudian dikuras isi dari tungkunya untuk dimatikan dan didinginkan. Beriku beberapa foto yang berhasil saya abadikan dari momen tersebut. (lihatnya dari bawah ke atas ya manteman).

Lokomotif Uap Menarik Kereta Wisata Ambarawa

Rangkaian KA Wisata dengan Loko Uap

Selamat dan Semangat Pagi Sobat Semua, dan Salam Spoor..!!!! Alhamdulilah, seperti lebaran-lebaran di tahun sebelumnya. Di Lebaran kali ini, di tahun 2026, saya masih diberi kesempatan untuk dapat kemali mengunjungi "Tanah Suci" ara Railfans, mana lagi kalau bukan di Ambarawa. Namun ada momen spesial dari lebaran-lebaran sebelumnya, dimana pada kesempatan kali ini, saya berkesematan untuk kembali melhat rangkaian kereta wisata yang ditarik oleh lokomotif uap. Sebuah pemandangan langka yang terakhir saya lihat adalah tahun 2019 silam. Awalnya saya tidak tahu akan ada momen ini, karena saya fokus mengabadikan beberapa lokomotif yang terparkir di emplasmeen museum. Namun tidak lama setelah itu, saya mendengar seperti suara suling, atau peluit yang tidak asing dari kejauhan. Benar saya, saya meliha ke arah dipo, dan saya tidak melihat rangkaian kereta penumpang, sehingga besar kemungkinan yang sedang jalan adalah rangkaian kereta wisata yang ditarik oleh lokomotif uap. Berikut beberapa foto yang berhasil saya abadikan teman-teman

Manuver Indah KA Kaligung di Pinggir Laut Utara Jawa

KA Kaligung di Pantai Jodo

Selamat dan Semangat Pagi sobat semua dan Salam SPoor...!!!! Setelah mengabadikan rangkaian KA Kertajaya Tambahan dari atas Bukit Cinta , pada postingan kali ini, saya turun ke bawah dan mencoba untuk berjalan beberapa meter dari spot awal untuk mencoba spot lama yang pernah saya abadikan di tahun 2019 silam. Beruntung pada saat saya berada di spot ini ada rangkaian KA yang melintas, ya yang melintas adalah rangkaian KA Lokal Jawa Tengah, yaitu KA Kaligung. Rangkaian KA Kaligung saat itu, ditarik menggunakan lokomotif CC203 yang sudah memiliki AC pendingin kabin di bagian atasnya. Saya mencoba untuk mendapatkan angle baru dan berhasil mengabadikan bagaimana rangkaian KA melintas tepat di pinggir dari laut Utara Jawa. Berikut beberapa foto yang berhasil saya abadikan dari rangkaian KA Kaligung yang ditarik menggunakan lokomotif  CC203 hidung miring teman-teman. Selamat menikmati. 

Menikmati Pesona KA Kertajaya Tambahan di Bukit Cinta, Pantai Jodo, Batang, Jawa Tengah

KA Kertajaya Tambahan 

Selamat dan Semangat pagi sobat semua dan Salam Spoor...!!! Masih sama seperti postingan sebelumnya, postingan kali ini saya masih berada di wilayah Pantai Jodo, Krengseng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jika pada postingan sebelumnya adalah rangkaian KA Kertajaya Tambahan maka pada postingan kali ini saya berhasil mengabadikan rangkaian KA Kertajaya Tambahan. Bedanya, kereta yang saya abadikan ini adalah rangkaian KA yang berjalan dari arah berlawanan, atau dari arah Jakarta menuju arah Surabaya. KA Kertajaya Tambahan sendiri, menggunakan rangkaian Kereta Kelas Ekonomi new Image dengan ditarik lokomotif CC203. Berikut beberaa foto yang berhasil saya abadikan dari rangkaian KA Kertajaya Tabahan melintas di Pantai Jodo, Krengseng, Batang, Jawa Tengah. Oh iya teman-teman, untuk anglenya sendiri masih sama, rangkaian KA saya abadikan dari ketinggian tebing yang ada di sana.

Ketika Rangkaian KA Kertajaya Tambahan Melintas di Pantai Jodo Kabupaten Batang

Libur Lebaran 2026 benar-benar menjadi momen yang menyenangkan bagi saya untuk kembali menikmati suasana Jalur Pantura Jawa, khususnya di kawasan Pantai Jodo, Kabupaten Batang. Cuaca siang itu cukup cerah dengan langit biru yang terbuka lebar, sementara hembusan angin laut membuat suasana terasa lebih tenang meskipun arus mudik dan arus balik masih cukup padat. Dari atas tanggul besar di sisi jalur rel, saya menunggu setiap rangkaian kereta yang melintas sambil menikmati panorama laut utara Jawa yang terlihat membentang di kejauhan. Tidak lama kemudian, terdengar suara khas lokomotif diesel yang mulai mendekat dari arah timur. Dari kejauhan tampak rangkaian Kereta Api Kertajaya Tambahan melaju menyusuri jalur Pantura menuju arah barat. Kereta tambahan Lebaran ini menjadi salah satu rangkaian yang cukup menarik perhatian karena membawa formasi kereta stainless steel generasi terbaru yang tampak begitu bersih dan modern saat terkena cahaya matahari siang. Dipadukan dengan warna hijau pepohonan pesisir dan birunya laut Pantai Jodo, suasana tersebut terasa sangat khas dan hanya bisa ditemui di beberapa titik jalur utara Pulau Jawa.

Mengabadikan Momen Rangkaian KA Harina di Pantai Jodo Kabupateng Batang

Perjalanan menuju Pantai Jodo di Kabupaten Batang pada libur Lebaran 2026 menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi saya tahun ini. Pagi itu suasana Pantura masih cukup ramai oleh kendaraan para pemudik yang kembali ke kota masing-masing. Angin laut bertiup cukup kencang, sementara suara ombak terdengar samar bercampur dengan bunyi klakson kendaraan dari kejauhan. Namun bagi saya, ada satu hal yang paling saya tunggu di tempat ini, yaitu momen ketika kereta api melintas tepat di sisi kawasan pantai yang menjadi ciri khas Jalur Pantura Jawa. Tidak membutuhkan waktu lama hingga akhirnya dari kejauhan terdengar suara khas lokomotif diesel yang mulai mendekat dari arah timur. Beberapa saat kemudian, rangkaian Kereta Api Harina muncul membelah jalur rel pesisir dengan kecepatan tinggi. Kereta tersebut sedang melakukan perjalanan dari Semarang menuju kota tujuan akhirnya, yaitu Bandung. Cahaya matahari pagi yang memantul di bodi stainless steel kereta membuat rangkaian tersebut terlihat begitu elegan saat melintas di antara hamparan langit Pantura dan pepohonan pesisir Pantai Jodo.

Menikmati Rangkaian KA Argo Muria dari Atas Bukit


Libur Lebaran selalu menghadirkan cerita tentang perjalanan, pertemuan, dan kerinduan yang akhirnya terbayarkan. Di tengah ramainya arus mudik tahun 2026, saya berkesempatan mengabadikan salah satu momen yang menurut saya begitu istimewa, yaitu saat rangkaian Kereta Api Argo Muria melintas di kawasan Pantai Jodo, Kabupaten Batang. Perpaduan antara deru kereta, angin laut Pantura, dan langit pesisir yang terbuka menciptakan suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Pantai Jodo sendiri menjadi salah satu lokasi unik di jalur utara Jawa, karena di tempat inilah rel kereta api seolah berjalan berdampingan dengan garis pantai. Saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi, pemandangan laut di sisi utara menghadirkan nuansa yang berbeda dibandingkan lintasan kereta pada umumnya. Tidak heran jika lokasi ini menjadi salah satu spot favorit bagi para pecinta kereta api maupun fotografer yang ingin mengabadikan perpaduan antara teknologi transportasi dan keindahan alam pesisir Jawa.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...