orange

"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-

Fungsi Wesel Pada Rel Kereta Api



Jangan salah sangka dulu sobat, wesel yang di maksud di sini bukanlah wesel yang biasa kita terima dari bapak pengantar pos yang isinya adalah kiriman uang. Wesel yang di maksud di sini adalah alat untuk mengubah jalur pada track kereta api. Kalau pada kapal laut, nahkoda kapal biasanya mengubah haluan kapal dengan menggunakan sirip yang ada pada baling-baling kapal, ataupun dengan sirip yang ada pada kapal layar. Jika di pesawat, Pilot mengubah haluan dengan menggunakan sirip yang ada pada sayap pesawat, dan pada kendaraan darat biasanya menggukana kemudi setir.



Nah, kalau semuanya menggunakan kemudi, lalu bagaimana dengan masinis yang menjalankan kereta api? Hehe... Tenang sobat, pada dasarnya tugas masinis hanyalah sebagai pengendali/ oprator kecepatan pada kereta, yaitu menghentikan, mengerem, menjalankan, serta membunyikan klakson kereta api dengan menggikuti rambu-rambu yang ada atau yang biasa di sebut dengan semboyan.



Lalu siapa bagaimana caranya kereta api bisa belok? Nah itu dia sobat sepur. Kereta api pada dasarnya tidak bisa berbelok dengan sendirinya atau dengan kehendak masinis seperti pada kendaraan pada umumnya. Kereta api berjalan menggunakan rel, dna akan terus mengikuti kemana rel tersebut memngarahkannya. Nah, untuk mengubah haluan yang ada, maka harus mengubah arah rel tersebut. Dan yang bertugas untuk mengubah arah rel tersebut adalah Pemimpin Perjalanan Kereta Api atau yang biasa di singkat menjadi PPKA. 


Tugas PPKA yang ada di stasiun adalah mengubah arah rel, seperti pada saat kereta api ingin melakukan langsir, ataupun saat kereta api berpapasan dengan kereta api lainnya dari arah berlawanan. Nah, agar tidak terjadi tabrakan kereta api, maka haluan arah rel harus di atur. Makanya sobat, biasanya dalam satu stasiun akan terdapat lebih dari satu jalur, bisa tiga, empat, atau bahkan sepuluh jalur. Tergantung dari besar kecilnya stasiun tersebut, dan jumlah kereta api yang melaluinya. Misalkan pada Stasiun kecil, biasanya hanya terdapat dua sampai tiga jalur. Berbeda dengan stasiun Jakarta Kota yang bisa mencapai lebih dari sembilan jalur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...