orange

"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-

Jalan-jalan ke Stasiun Sentolo Kulon Progo

        Akhirnya kita tiba di penghunjung perjalanan kita kali ini. Saatnya saya mempersembahkan perjalanan ke Stasiun Sentolo, Kulon Progo Yogyakarta. Jika melalui jalur bis maka untuk menuju stasiun ini tidak cukup jauh. Hanya berjaak sekitar 18 kilometer dari Kota Yogyakarta. Yang menarik dari Stasiun ini adalah kefenomenalan dengan adanya Sentolo 87. Sebagai bentuk dedikasi saya, maka saya persembahkan perjalanan ini untuk teman saya Om Johann sastro yang sekarang sedang bertugas di Adceh.

(Masih terdapat bangunan lama asrama, yang sama seperti di Sta Sedayu)
 
        Berbeda dengan stasiun-stasiun sebelumnya, di strasiun ini tidak dijadikan tempat berkumpulny bagi masyarakat sekitar. Saat saya ke lokasi ini, hanya ada seoarang bapak-bapak yang sedang mengasuh anaknya di kursi ruang tunggu stasiun. Mungkin yang menjadikan tempat ini sepi adalah, sepanjang stasiun ini sudah dipasangi pagar besi. Berbeda dengan stasiun Rewulu dan Patukan yang memang sudah menjadi tempat berkumpulnya warga.

     ( Tampak depan Sta Sentolo)

       Stasiun ini berada di sebelah kanan jalan (melalui arah Yogyakarta), sebelum stasiun ini adalah Stasiun Sedayu dan setelahnya (ke arah barat) adalah stasiun Kalimenur yang juga merupakan stasiun yang sudah non aktif. Saat tiba di stasiun ini saya melihat tidak ada satu kursipun di ruang tunggu dan memang keadaannya tampak sepi. Hal ini mungkin dikarenakan tidak ada satupun kereta api yang berhenti di stasiun ini. Karena terdapat tulisan yang menyatakan tidak ada lagi kereta api yang akan berhenti di stasiun ini.


      (Tampak pintu masuk ke Stasiun Sentolo)

         Setelah meminta izin kepada PPKA yang kebetulan sedang bertugas di ruangannya, saya langsung mengambil gambar bengunan stsiun ini dari beberapa sudut. Terdapat 4 jalur rel kereta api yang melintas di stasiun ini. Dimana jalur aktif adalah jalur dua (untuk kereta ke arah Barat) dan jalur tiga (untuk kereta yang menuju ke arah Timur). Sedangkan jalur satu dan jalur empat hanya menjadi jalur langsir bagi kereta-kereta yang mungkin akan singgah di stasiun ini.

   (Peron Sta yang sudah tidak aktif)

      Untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke Stasiun Sentolo ada baiknya melalui jalur bis atau jalan propinsi saja. Karena jika menggunakan jalur dalam, memakan waktu cukup lama. Semoga kiriman dari perjalan saya kali ini dapat mengobati kerinduan akan kampoeng halaman yang jauh berada ribuan kilometer dari ujung Barat Indonesia. Jaya Selalu Kereta APi Indonesia..!!!!

(Asrama lama yang sudah tidak aktif)

(Bangunan Sta Sentolo tampak dari emplasmen)

(Terdapat empat jalur kereta)






(Narsis doloe coy.. hehe)





(Tampak dari kejauhan kereta api akan masuk)




(Kereta pengangkut semen Holcim)







(Ini dia maklumatnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...