orange

"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-

Review Lokomotif yang Sedang Viral, CC300 Buatan INKA Pesanan Filipina

Lokomotif CC300 pesanan PNR
Selamat dan semangat pagi sobat semua dan Salam Spoor...!!!! Dalam postingan singkat kali ini saya akan mereview sedikit mengenai rangkaian KA yang sedang menjadi trending topic dan ramai dibicarakan di media sosial oleh teman-teman Railfans, yaitu rangkaian KLB uji coba CC300 buatan INKA yang dipesan oleh perusahaan kereta api Filipina atau yang disingkat PNR (Philiphine National Railways). Adapun yang akan saya review dalam postingan kali ini adalah dari sisi lokomotifnya. Pertama, bagi kalangan railfans, lokomotif ini mungkin sudah tidak asing lagi, namun bagi orang awam, mungkin akan terkejut saat pertama kali melihat lokomotif ini. Biasanya akan muncul pertanyaan dalam orang awam, "itu lokomotif apa  sih?". Atau, "emang ada ya lokomotif seperti ini?". " Kok aku gak pernah lihat ya?", " kok gak dipakai untuk menarik kereta penumpang?". Yupsss, itulah beberapa pertanyaan yang muncul di kolom chat pada aplikasi WA saya, setelah saya upload beberapa foto dan video dari lokomotif ini.


Lokomotif dengan seri INKA CC300 ini merupakan lokomotif buatan dalam negeri, dengan dua kabin , dan mesin bertenaga diesel hidraulik yang dibuat melalui kerjasama pengembangan antara kementrian perhubungan dengan PT INKA. Lokomotif ini sendiri pertama kali dikembangkan di tahun 2009 silam, dan mulai diproduksi di tahun 2012 sebanyak 3 unit dengan penomoran C300 12 01, CC300 12 02, dan CC300 12 03. dan di tahun 2014, PT INKA kembali memproduksi lokomotif seri ini sebanyak 2 unit dengan penomoran CC300 14 01 dan CC300 14 02. Lokomoitf CC300 menjadi lokomoitf pertama, lokomotif dua kabin yang terlahir kembali setelah sebelumnya Indonesia memiliki beberapa lokomotif dua kabin seperti BB301, BB304, CC200 yang sudah lama berhenti beroperasi dikarenakan usia dan ketersediaan suku cadang. Lokomotif CC300 juga hadir lebih awal, sebelum CC206 hadir di Indonesia setahun setelahnya di tahun 2013. Debut pertama lokomotif ini adalah, ketika perjalanan perdananya di tahun 2012 silam, dengan menggunakan dua lokomotif dan beberapa rangkaian kereta kedinasan milik kementrian perhubungan direktorat jendral perkereta apian, dengan rute dari Madiun menuju Surabaya kemudian dilanjutkan dengan memutari jalur kantong melalui Malang kemudian Blitar sampai dengan kembali ke Madiun. 

Lokomotif ini menjadi terkenal ketika, debut pertamanya menjadi loko penolong pada saat terjadi banjir di tanggul lumpur Lapindo di Porong. Bagaimana kehebatan lokomotif ini diperlihatkan, yaitu ketika lokomotif ini mampu untuk menembus banjir porong meski seluruh bagian roda terendam oleh air. Beberapa rangkaian kereta penumpang berasil ditarik melewati genangan air banjir dengan menggunakan lokomotif ini. Mulai dari situlah, banyak khalayak mulai mengenal lokomotif ini. Apa lagi corak warna yang melekat pada bagian luar lokomotif ini sangat "ngejreng" sekali, atau berbeda dengan lokomotif kebanyakan, baik dari segi bentuk maupun dari segi warna.
Ketika CC300 menembus banjir Porong (doc. yayangari 2017)











Kemampuan menembus banjir ini dikarenakan, lokomotif ini berjenis diesel hidraulik, berbeda dengan lokomoitf lainnya yang beroperasi di Indonesia seperti CC201, CC203, CC204, atapun CC206 yang merupakan diesel electric. Selain itu, kemampuan lainnya adalah, dimana dengan lokomotif ini, rangkaian kereta penumpang, tidak lagi memerlukan kereta pembangkit yang berisikan genset, karena suplai kebutuhan listrik pada rangkaian bisa dicover langsung dari lokomoitf ini.  Hal tersebut tentu menguntungkan bagi pihak operator, karena dengan tidak adanya kereta pembangkit, maka dapat diganti dengan kereta penumpang tambahan. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa PNR tertarik untuk memeli lokomoitf ini dari PT INKA. Namun demikian, lokomotif yang dipesan oleh PNR ini memiliki beberapa perbedaan dengan CC300 generasi sebelumnya. Beberapa diantarany adalah (ini yang terlihat oleh mata ya sob), pertama adalah sisi pemilihan warna, dimana pada tahun 2019 silam, pernah beredar foto CC300 dengan warna abu-abu, entah apa itu editan atau memang benar, namun dari captionnya menyatakan bahwa lokomoitf tersebut adalah pesanan PNR (yang ini saya minta maaf sob, lupa simpen fotonya dimana, tapi kalau penasaran bisa cek di tag yang ada di akun Instagram @indonesianrailways). Ternyata, pesanan dari PNR adalah livery berwarna orange cerah. Kemudian yang lainnya adalah dari sisi teknis, dimana pada lokomotif pesanan PNR sudah terdapat pendingin ruangan. Tambahan AC tersebut tentu berbeda dengan CC300 generasi sebelumnya. Selain itu dari sisi kaca bagian depan, lokomotif CC300 pesanan PNR sudah mengadopsi kaca bagian depan yang terdapat pada CC300 generasi kedua buatan 2014, yaitu terdapat dua buah akca kecil di kanan dan kiri dari kaca utama. 

Bagian AC pada lokomoitf pesanan PNR
Penambahan bagian AC ini tentu mendapat komentar dari teman-teman saya, mulai dari kebesaran, kurang cocok, dan lain sebagainya. Kemungkinan memang desain awal dari CC300 belum mengusung penggunaan AC, sehingga masih terlihat kurang pas dimata, namun saya sendiri yakin, kedepannya, bagian desain dari PT INKA pasti akan memperbaiki hal tersebut. Setidaknya saya sebagai warga Indonesia merasa bangga, karena lokomotif karya anak bangsa, sudah mulai dapat menapakkan roda bajanya kelak di negara-negara, di luar Indonesia, bersaing dengan banyak produk buatan negara-negara industri maju lainnya. Bravo INKA.

Gambar hanya pemanis :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...