orange
Asal Mula Nama Rapih Dhoho
Perjalanan ke Kota Blitar, kurang lebih ditempuh dalam waktu dua jam
dengan menggunakan rangkaian kereta api Penataran yang kemudian berganti
nama menjadi Rapih Dhoho. Bagi sebagian Rail Fans mungkin sudah kenal
darimana nama Penataran dan Dhoho di ambil (bisa juga lihat di
wikipedia). Namun untuk nama Rapih sendiri tidak semua RF tau dari mana
nama tersebut diambil. Menurut Mas Kunto salah seorang pengurus di Komunitas MR 22 (RF Mojoikerto). Nama Rapih sendiri merupakan singkatan dari "Rangkaian Termipsah",
yang mana sebelumnya di Stasiun Kertosono rangkaian gerbong dilepas
sekitar dua-tiga gerbong yang nantinya ditarik dengan lokomotif lain
menuju arah madiun (bagi penumpang yang menuju Madiun).
Untuk lebih jelasnya sobat bisa menghubungi kami di facebook "MR Dua Dua (Rail Fans Mojikerto)
Wisata Dengan Penataran-Dhoho
Jika sobat bosan dan sntuk dengan kehidupan kota Malang yang ramai, mungkin cara yang satu ini dapat sobat lakukan. Jika sedang suntuk, biasanya saya lebih senang mealkukan perjalanan dengan kereta api menuju Blitar, dan kemudian kembali lagi dengan mengguankan kereta api ke arah Malang. Sekilas hal ini tampak bodoh dan sia-sia, namun jika dilihat dari segi efisiensi, hal ini jauh lebih ekonomis. Bayangkan dengan harga tiket yang hanya 4.000,- rupiah, kita bisa jalan-jalan ke luar kota dengan mengguankan kereta api ber AC. Bandingkan jika sobat haru merogoh kocek lebih misalnya untuk nonton bioskop, untuk karaoke, atau untuk jalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang ada di Malang.
Hanya dengan uang yang sedikit kita bisa menikmati pemandangan persawahan, pegunungan, dan perumahan. Selain itu, kita juga bisa bersosialisasi dengan sesama penumpang lainnya, bisa bertukar informasi dan mendapatkan kenalan baru. Hal inilah yang menjadi pilihan sekaligus hiburan rakyat murah meriah. Selain menjadi moda transportasi masal kereta api juga dapat menjadi obat penghilang stres khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.
Penataran Ekspress
Kereta api ini tergolong baru, karena baru diluncurkan sekitar awal bulan Nopember lalu. Kereta ini melayani koridor Malang-Surabaya PP dengan harga tiket sebesar Rp 20.000,- rupiah per tiket. Keunggul;an yang dimiliki kereta api ini adalah, jarak tempuh dari Malang-Surabaya kurang dari dua jam. Selain itu, untuk kenyamanan penumpangnya, kereta api ini juga dilengkapi dengan mesin pendingin ruangan (AC). Bagi anda yang sering berpergian dari dan ke Malang ataupun SUrabaya, menggunakan kereta api ini dapat menjadi alternatif lain untuk menghindari kemacetan dan harga tiket bis yang lebih mahal. Jika anda ingin menuju Terminal Purabaya, anda dapat berhenti di Stasiun Waru dan kemudian melanjutkan perjalanan ke terminal dengan berjalan kaki ataupun naik ojek.Seperti inilah interior dari kereta api Penataran Ekspress.
Langganan:
Postingan (Atom)




