orange

"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-"WEB KA TERBESAR DI INDONESIA"-"UPDATE SETIAP HARI"-

Mainan Mobil-Mobilan Skala 1:87

Mainan impor dari China memang sudah membanjiri pasar mainan yang ada di Indonesia. Bahkan bukan dikatakan banjir lagi, bisa dikatakan gelombang tsunami mainan China. Setiap kali melihat mainan yang ada dan kita tengok sedikit cetakan dibaliknya pasti akan tertulis "made in China". Mainan impor ini memang sangat terkenal dengan harganya yang murah meriah dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Apalagi untuk mainan yang berbentuk die cast dan miniatur, dari segi detail sudah bisa disandingkan dengan mainan sekelas hobbies.  



Dalam postingan kali ini saya akan memberikan sebuah produk dari China yang juga berbentuk mobil-mobilan, bagi teman-teman yang sedang dalam tahap membuat diorama ataupun layout mungkin bisa mencoba mainan mobilan jenis ini. Selain harganya yang murah, juga mendapatkan jumlah yang banyak setiap dusnya berisi 10 mobil. Bodi mobil terbuat dari seng besi sehingga cukup kuat, namun bagian bawah dan roda terbuat dari plastik biasa.

Penataran - Malioboro Silang di Stasiun Garum

        Malam semakin larut, dan mata sayapun semakin tidak kuasa menahan kantuk. Tapi rasanya kok masih ada tanggungan kalau saya belum mengupload foto terakhir dari perburuan saya di Kota Blitar. Foto terakhir ini mengambarkan bagaimana terjadi silang antara Penataran dengan Maliobor Ekspress di Stasiun Garum. Seusai silang, saya menuju PJL lagi untuk mengambil gambar dai Penataran yang menuju Malang tersebut.



Masih Dalam Perburuan Malioboro Ekspress DI Garum - Blitar

         Kalau dalam postingan sebelumnya saya menceritakan tentang perburuan yang dilakukan dengan mengejar kereta api tersebut. Dalam potingan ini saya akan menceritakan akhir dari perburuan hari itu. Setelah berhasil mengambil gambar kereta api yang sedang berjalan, maka saya memutuskan untuk mencegat kembali rangkaian kereta api tersebut di PJL berikutnya di daerah Garum. Dan ternyata harapan tersebutpun kesampaian dan berikut hasilnya sobat.


 Secara perlahan kereta api muncul dari kejauhan

 Semakin lama semakin mendekat

Selamat Datang Era Baru Kereta Api Minatur Kereta Penumpang Indonesia

               Sebelum saya menulis tentang hal ini, kepada Bapak Joseph Ari, izinkan saya untuk berbagi mengenai berita gembira ini kepad aseluruh teman-teman yang berada di Indoensia dan diluar sana. Bagi sebagian besar orang penghobi kereta api miniatur, mempunyai angan-angan serta impian untuk dapat memiliki rangkaian kereta api minoatur asli buatan Indonesia yang harganya terjangkau. Mengingat saat ini, untuk mendapatkan rangkaian kereta api Indonesia, sebagian besar penhobi mendapatkannya dari pasar yang ada di Amerika maupun Eropa. Harga yang cukup mahal, serta ketersedian barang dan pengirimannya untuk sampai ke Indonesia jgua merupakan penghambat dalam menekuni hobi ini. Belum sampai disitu, mereka juga harus bersusah paya terlebih dahulu untuk merucat kembali ragkaian tersebut agar menjadi liveri yang khas dengan kereta api di Indonesia. 

 Beberapa model dan varian gerbong penumpang

                   Meskipun sudah pernah ada yang membuat dan menjualnya, harganyapun masih sangat teramat mahal untuk dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat kelas bawah (termasuk mahasiswa seperti saya hehehe...). Belum sampai juga dengan masalah harga, detail dan tingkat presisinya masih sedikit kurang mengingat masih dibuat dengan tekhnik cetak dan hand made. Dan alhamdulillah, impian para pecinta hoboi miniatur kereta api bisa sedikit bernafas lega. Karena produsen kereta api miniatur dalam negeri kita sudah membuat beberapa prototype pertama dari beberapa varian kereta penumpang yang ada di Indonesia. 

Mengejar Kereta Api Malioboro Ekspress Di Talun-Garum

        Selamat pagi sobat spoor semua, terimakasih masih setia menjadi pengunjung Dipo Lokomotif Mojosari. Di pagi hari yang masih buta ini, sambil dibawah rintikan hujan yang mengguyur Kota Malang semalaman. Izinkan saya untuk melanjutkan "petualangan dan perburuan" kereta api kemarin. Sebenarnya semalam ingin saya tuliskan semua di blog ini, namun apa daya. Saya tertidur duluan karena kecapean setelah seharian berburu si ular besi ini. Oke langsung saja kita ke pokok pembahasannya.
 kereta masih jauh di depan tapi sudah terlihat ekornya

 Berlahan mulai mengejar dari arah belakang

 hampir melewati gerbong makan

Malioboro Ekspress Melintas PJL Talun

              Kalau kemarin saya melakukan hunting di sekitar Kota Malang yaitu mengenai jalur0jalur mati yang ada di sana maka hari ini akan saya lanjutkan dari tulisan saya sebelumnya mengenai Stasiun Talun. Masih dalam suasana hunting dalam perjalan ke Garum. Sebelum meninggalkan Stasiun Talun, tanpa disengaja saya melihat sinyal semapur menganggkat ke atas tanda bahwa akan ada kereta api lewat. Saat tu waktu menunjukkan sekitar pukul 09.45 WIB, saya yakin kalau yang lewat adalah kereta yang pemberangkatannya lebih awal dari Penataran yang ke arah Blitar. Apa lagi aklau bukan Malioboro Ekspress, dan saya mencoba untuk menunggu di lokasi yang masih berdekatan dengan jalur rel yang akan dilalui kereta api. Dan menunggu beberapa menit sampai palang pintu PJL mulai ada aba-aba akan menutup dan akhirnya ini lah hasilnya.

 Masih tampak dari kejauhan

 Terlihart semakin mendekat

Stasiun Talun - Blitar

Selamat malam sahabat setia Dipo Lokomotif Mojosari, pada postingan kali ini saya akan memberikan laporan perjalanan perburuan si ular besi hari ini. Hari ini saya melakukan perjalanan ke Kota Blitar, tepatnya ke wilayah Garum. Kali ini saya tidak mengguanakan layanan jasa kereta api dikarenakan saya kehabisan tiket kereta, dan dengan sangat terpaksa saya menggunakan tunggangan harian saya untuk ke Garum. Tentu saja kesempatan ini saya gunakan untk sekalian berburu si ular besi di daerah Blitar.

 Tampak dari dekat (tapi belum lebih dekat)

 Gambar diambil dari sekitar PJL dekat stasiun

Saya pergi melalui jalur Bati-Wlingi-Talun-Garum tanpa melalui Kepanjen. Maka dari itu, lokasi pertama yang saya tuju adalah Stasiun Talun-Blitar. Jika dari arah Malang, stasiun ini berlokasi setelah Stasiun Wlingi dan sebelum Stasiun Garum. Karena masih berada di daerah Kabupaten Blitar, maka Stasiun Talun berada pada 244 DPL. Stasiun ini jug atergolong satsiun kecil, karena hanya menjadi tempat langsir kereta lokal saja dan tidak menjadi tempat singgah bagi kereta api jarak jauh.

Jelajah Stasiun Jagalan di Kota Malang

             Selamat sore sobat semua, maaf ya kalau tulsian saya masih dalam suasana nostalgia sejarah kereta api. Setelah semalam meminta wejangan ke teman yang bisa dikatakan ahli sejarahnya kereta api, saya mendapat nama Stasiun yang menurut saya masih asing terdengar di telinga saya. Nama stasiunnya adalah Stasiun Jagalan. Konon beritanya, stasiun ini berada di dekat Stasiun Malang Kota Lama, yaitu tempat yang digunakan untuk melangsir kereta api tangki ke Dipo Pertamina yang ada di sana. Akhirnya, siang tadi saya langsung meluncur ke TKP untuk melihat sendiri bagaimana bentuk bangunan dari Stasiun Jagalan tersebut. Semalam juga saya sempat browsing di internet seputar keberadaan stasiun tersebut. Ternyata Stasiun itu sering saya lewati namun tidak pernah saya sadari keberadaannya. Kalau kata teman saya, tempat ini dahulunya dalah tempat untuk memutar kereta api. Nah, kalau sobat masih penasaran dengan bentuk dan lokasinya, yuk langsung saja kta lihat gabar hasil jepretan saya di lokasi siang tadi.


 Papan penanda aset, dari gang masuk menuju arah eks Stasiun Jagalan

 Arah kiri menuju stasiun Malang Kota Lama yang kiri menuju Dipo Pertamina

Repost Mengenai Sejarah Perkereta Apian Di Majalengka

            Untuk postingan kali ini, mohon maaf ya sobat kalau saya repost dari postingan teman di blog http://infomajalengka.wordpress.com. Bukan maksud hati malas menulis, namun karena keterbatasan pengetahuan saya dan sumber informasi yang saya miliki. Seandainya saya menulis, saya takut terjadi banyak kesalahan, karena terstertang, tempat ini berada di wilayah Jawa Tengah yaitu Kota Majalengka. So, lebih enaknya, langsung saja yuk, kita simak pemaparan teman kita dari Majalengka mengenai "Sejarah Perkereta Apian Di Majalengka"
Jalur KA Kadipaten – Cirebon di sisi jalan raya pos di Jatiwangi pada Tahun 1940 (Perhatikan rel di kiri jalan). (Sumber: kitlv.pictura-dp.nl)

             Kereta api merupakan alat transportasi masal yang sejak saat ditemukan hingga sekarang tetap menjadi primadona dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Moda transportasi yang lahir di Inggris dan masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Jalur Kereta Api pertama di Indonesia dibangun dengan rute Samarang (Semarang) – Tanggung yang mulai dibuka pada tanggal 10 Agustus 1867.Pembuatan jalur pertama ini menjadi pintu gerbang perkembangan pesat pembangunan infrastruktur sang ‘ular besi’ di Indonesia. Jalur-jalur kereta api dibangun diberbagai daerah sepeti jalur Batavia – Buitenzorg (Bogor), Surabaya – Malang, hingga Samarang – Surakarta – Yogyakarta. Rute rute tersebut bukanlah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda namun oleh perusahan swasta belanda bernama Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij atau disingkat NISM.

Sepenggal Perjalanan Sejarah Trem Di Surabaya

          Masih dalam semangat untuk menelusuri jalur-jalur mati kereta api yang ada di wilayah Indonesia.  Ternyata tidak hanya wilayah Malang saja yang memiliki jalur trem yang panjang, namun begitu halnya di Kota Pahlawan Surabaya ini. Sesekali saya juga melakukan perjalan dengan menggunakan sepeda motor untuk menelusuri jalur mati yang masih terlihat keberadaannya dari sisa-sisa bangunan, rel, dan sinyal ataupun jembatan yang ada hingga saat ini. Nmaun tidak ayal pula saya menggunakan mesin pencari google untuk mendapatkan gambar-gambar arsip lama yang mana mengambarkan kisah dari perjalanan angkutan rel di Indonesia. 

 Moda trasnportasi masal yang hanya tinggal sejarah

 Tampak jalur Trem yang melintas di tengah kota
(sumber foto: kaskus.com)

           Sangat menyenangkan sekali dapat belajar banyak dari sejarah perkereta apian yang ada, apa lagi saat melihat-lihat masa-masa kejayaan kereta pai pada era kolonial Belanda. Di mana, banyak sekali dibangun jalur jaringan rel yang menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, yang saat ini mungkin sudah tidak digunakan kembali. Adapula beberapa ruas wilayah yang ada di tempat tinggal kita misalnya, yang tidak kita sadari kalau dulunya pernah dilewati oleh jaringan rel.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...