Semenjak
melintas di jalan raya Blimbing di tahun 2009 lalu, saya memiliki keinginan
untuk mengabadikan jalur mati yang ada di wilayah tersebut. Dan akhirnya baru
kesampaian di awal tahun 2014 ini. Setelah usai jeprat jepret di kawasan
Stasiun Blimbing, saya melanjutkan perjalanan untuk mengikuti jalur mati kereta
api tersebut.
sisa sinyal pantograph yang ada di pinggir jalan
Saya tidak
begitu pandai dalam sejarah perkereta apian Indonesia, namun kalau di telusuri
lebih dalam, jalur mati yang ada di wilayah Blimbing ini menuju ke dua titik.
Yang pertama adalah ke daerah Tumpang dan yang ke dua adalah ke kawasan Bandara
Abdurrahman Saleh Malang.
Sisa jembatan yang masih ada di Blimbing
Kalau di
telisik lagi, dugaan saya adalah, jalur tersebut dibangun untuk tujuan. Pertama
yang ke arah Tumpang, adalah untuk mengambil dan menganggkut hasil panen
perkebunan yang ada di kawasan tersebut (soalnya mustahil kalau dibangun untuk
liburan ke Bromo atau Semeru hehehe). Menginggat terdapat banyak perkebunan di
kaki pegunungan di kawasan tersebut.














