Dalam sejarahnya, berkat kependudukan kolonialsime Belanda di Indonesia, negara ini menjadi negara kedua tertua di Asia yang memiliki jalur kereta api setelah India. Sayangnya, dengan seiring berjalannya waktu, banyak jalur-jalur tersebut yang tidak terpakai dan tidak terurus keberadaannya. Bahkan tidak banyak dari sisa-sisa sejarah perjalanan perkereta apian tersebut yang dapat kita temukan. Baik itu berupa bangunan stasiun, rel kereta api, jembatan, persinyalan yang masih tersisa dari perjalanan waktu. Karena sudah banyak yang beralih fungsi bahkan sudah ada yang terpendam dengan tanah ataupun sengaja dibongkar untuk keperluan lainnya.
Sebuah jalur trem melintasi kawasan alun-alun Kota Malang.
Seperti contoh jaringan kereta api yang ada di Kota Malang. Beberapa hari ini saya memiliki keinginan kuat untuk mengetahui jalu-jalur mati yang ada di Kota Malang. Karena, setiap kali saya melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor ke wilayah-wilayah tertentu di Kabupaten Malang. Saya acapkali menemukan sisa-sisa dari peninggalan sejarah kereta api itu. Seperti bangunan jembatan, sisa sinyal pantograp, rel-rel yang hampir tertimbn tanah dan aspal jalanan dan masih banyak lagi. Anehnya hal yang sepreti itu saya temukan di Daerah pelosok seperti Dampit, Turen yang berada di wilayah Malang Selatan. Yang notebene, kalau dilihat sekarang ini tidak ada sama sekali tanda-tanda kalau dulunya tempat ini pernah dilalui oleh jaringan transportasi seperti rel kereta api.








